Sunday, October 9, 2011

Kamulah Satu ku


Kamulah Satu- Satunya
Laras hati Berkelana iris janji
Mengukir bisikan Bisikan memacu hasrat
Desir-desir mimpi Isyaratkan legit dunia

Reff:
Kamulah satu - satunya
Yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini
Yang sedikit melupakanmu

Sgala santun Yang kau endap dijiwaku
Tak terisap dulu Kini kecapkan sesalku
Anyaman cintamu Terkoyak buram mataku

Reff:

Laras hati Alirkan diri kembali
Membujur tubuhku Sejuk pangkuan dirimu
Tak ingin terbungkus Terbungkus penyesalan

Puing - puing janjiku
Kupugar kembali untukmu
Segala denyut nadi memanggil
Kamulah satu - satunya
Kamulah satu - satunya [2x]
Maafkanlah aku selama ini......
(Dewa 19, Album Pandawa Lima)
Lagu adalah penanda zaman, begitu tutur Kang Musthofa Haroen saat ngopi bareng di kontrakan Krapyak, entah berapa bulan yang lalu. Seperti melihat potret-potret lama, mendengar lagu-lagu lama juga membuat kita teringat momen tertentu dalam hidup kita. Atau iringan nada itu menjadi penanda untuk kita saat ini, sehingga kelak kita bisa berbalik menatap masa lalu.
Tentu tidak semua lagu bisa jadi penanda. Kamulah Satu Satunya adalah sebuah lagu yang termasuk dalam penanda zaman ini. Dewa 19 adalah grup band yang saya kagumi, saya rengen-rengengkan lagunya mulai dari SD. Liriknya mantap, puitis, dan kadang mengiris. Isinya sering soal orang patah hati sih! J Tapi yang jelas, detakan musiknya kena di hati.
Kamulah Satu Satunya dinyanyikan pertama kali oleh Ari Lasso, saat masih bergabung dengan Dewa 19. Lalu versi yang kudengar beberapa hari ini adalah versi live, oleh Dhani dan Once.
Kamulah satu - satunya
Yang ternyata mengerti aku
Maafkan aku selama ini
Yang sedikit melupakanmu
Yang nendang itu buatku itu lirik di atas. Entah ya, kayak ungkapan syukur, sebelumnya disertai maaf untuk orang yang berharga buat kita...hehehe...
http://www.4shared.com/audio/PFFmNtO1/Dewa_-_Kamulah_Satu_Satunya__L.html

No comments:

Post a Comment